Operator PHP
Bagian ini berisi daftar operator yang berbeda yang digunakan dalam PHP.
Operator aritmatika
Operator Keterangan Contoh Hasil
+ Penambahan x = 2
x +2
4
- Pengurangan x = 2
5-x
3
* Perkalian x = 4
x * 5
20
/ Divisi 15/5
5/2
3
2.5
% Modulus (divisi sisanya) 5% 2
10% 8
10% 2
1
2
0
+ + Increment x = 5
x + +
x = 6
- Pengurangan x = 5
- x
x = 4
Operator penugasan
Operator Contoh Apakah Sama Seperti
= X = y x = y
+ = X + y = x = x + y
- = X = y x = x-y
* = X * = y x = x * y
/ = X / y = x = x / y
% = X% = y x = x% y
Operator perbandingan
Operator Keterangan Contoh
== Sama dengan 5 == 8 returns false
! = Tidak sama 5! = 8 à true
> Lebih besar dari 5> 8 returns false
<Kurang dari 5 <8 true
> = Lebih besar dari atau sama dengan 5> = 8 returns false
<= Kurang dari atau sama dengan 5 <= 8 à true
Operator logical
Operator Keterangan Contoh
&& Dan x = 6
y = 3
(x <10 && y> 1) mengembalikan nilai true
| | Atau x = 6
y = 3
(x == 5 | | y == 5) kembali palsu
! tidak x = 6
y = 3
! (x == y) mengembalikan nilai true
Monday, May 6, 2013
Variabel dan Pengaturan Penamaan PHP
Seperti
yang sudah pernah saya sebutkan di tutorial pengenalan PHP bagian
pertama, bahwa salah satu kemudahan menggunakan PHP adalah variabelnya
itu lho! Sangat flexibel.
Bagi yang sudah pernah belajar bahasa
pemrograman sebelumnya, tentu tahu bahwa kita harus mendeklarasikan
variabel yang akan kita gunakan dalam program kita di awal . Deklarasi
meliputi nama variabel, jenisnya, panjangnya, global atau lokal, dll
yang bikin pusiiiing.
Nah, kalau di PHP, kita tidak perlu mendeklarasikan variabel kita di awal program, perlu variabel, tinggal pakai. Gitu.
Dalam bagian ini kita akan mempelajari mengapa kita perlu variabel, dan
bagaimana cara menggunakannya di PHP. Percaya deh, gampang banget.
Baiklah, jika anda perhatikan, sampai saat ini, apa yang sudah kita
lakukan hanyalah membuat PHP mencetak teks baik hasil output fungsi
(akan kita bahas lebih detil nanti) serta menggunakan perintah echo dan
print.
Apakah itu sudah cukup menjadikan kita sebagai programmer?
Walah, ya belum. Untuk itu, mari sekarang kita masuk lebih dalam lagi
dengan mencoba mengenal variabel.Variabel ini merupakan salah satu
materi penting yang wajib anda pelajari dalam PHP, jadi…. perhatikan
baik-baik ya.
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Agar
mudah memahaminya, coba bayangkan sebuah variabel sebagai sebuah wadah.
Nah, berbeda dengan wadah yang biasa kita gunakan, variabel ini akan
digunakan untuk menampung satu atau beberapa nilai (bagi yang udah jago,
skip aja nih paragraf). Dengan kata lain, variabel ini adalah tempat
yang digunakan oleh PHP untuk menyimpan informasi dan meneruskannya ke
berbagai tempat.
Variabel ini bisa diteruskan ke dokumen lain, fungsi dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya coba gunakan pendekatan
yang mudah-mudahan lebih baik. Anda yang pernah belajar matematika tentu
pernah mengingat variabel dalam persamaan kan? Anda tentu masih bisa
mengingat persamaan sederhana ini “ x+3=7”.
Dalam persamaan
tersebut, x adalah variabel, dan dengan sangat mudah, Anda bisa
mengetahui bahwa isi variabel x adalah nilai 4.
Persis sama…variabel
dalam PHP kira-kira berfungsi seperti itu, menampung sebuah nilai,
dengan sedikit penambahan kemampuan yaitu variabel dalam PHP dapat kita
gunakan lagi dalam file atau fungsi lain. Jangan khawatir, anda akan
merasa lebih jelas setelah mempelajari contoh yang akan saya sampaikan
di bawah nanti.
Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP
adalah karena pada saat Anda membuat halaman web dinamis (halaman yang
dapat merespon input dari user) maka anda akan bergantung pada data yang
dikirimkan antara halaman web. Pada saat itulah Anda harus menggunakan
variabel. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data
seperti ini.
Kayaknya sih, cara paling mudah untuk menerangkan cara
kerja variabel dalam PHP adalah dengan menunjukkan aksi mereka dalam
contoh ya? Namun sebelum itu, perlu diingat ada 3 hal yang dapat anda
lakukan dengan variabel:
Menyimpan nilai dengan memberi nilai pada mereka. Kadang disebut juga dengan istilah inisialisasi variabel;
Mengubah nilai dalam variabel, tentu saja jika sudah di isi sebelumnya;
Mengakses variabel (artinya anda bisa membaca nilai dari variabel itu dan melakukan hal yang diperlukan terhadap mereka)
Baiklah, setelah anda mengetahui tentang apa saja yang bisa anda
lakukan dengan variabel, mari kita pelajari lebih dalam dengan
menggunakan contoh.
Pertama, anda perlu mengetahui bahwa variabel
dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (“$”). Dalam kode di bawah ini ,
kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate isinya
untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat
diubah kapanpun kita mau.
Mari kita perhatikan script pendek berikut
ini. Jangan khawatir, Saya akan coba jelaskan secara detil apa yang
terjadi pada masing-masing baris.
?
1
2
3
4
5
6
7
<?php
$isi_variabel = "Ini isi awal variabel!";
print ("Menampilkan isi variabel awal : $isi_variabel");
print ("<p>");
$isi_variabel = "Ini isi Variabel setelah diupdate!";
print ("Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel");
?>
Hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut:
Menampilkan isi variabel awal : Ini isi awal variabel!
Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!
Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut.
Pada baris kedua, saya memutuskan untuk membuat variabel yang bernama
“isi_variabel”. Ingat, semua variabel dimulai dengan tanda dolar,
sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi “$isi_variabel”. Berikut ini
adalah penjelasan rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing
baris.
Baris 1 memberitahu browser bahwa : “Kode PHP mulai di sini”.
Baris 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini isi awal variabel!”.
Baris 3 tampilkan kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel dan sekaligus menampilkan nilai dari $isi_variabel
Baris 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk membuat paragraf baru.
Baris 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel setelah diupdate!”.
Baris 6 tampilkan kalimat pengantara kedua dan nilai untuk isi variabel $isi_variabel yang baru.
Baris 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.
Ok, sekarang Anda seharusnya sudah bisa melihat bahwa variabel
$isi_variabel digunakan sebagai semacam wadah yang dapat menampung nilai
yang bermacam-macam (Kita juga bisa mengisi berbagai jenis variabel ke
dalam variabel yang sama, misalnya setelah kita isi dengan variabel
numerik, langsung bisa kita update isinya menjadi varaibel karakter. Hal
ini umumnya tidak bisa dilakukan bahasa pemrograman lain). Kita baru
saja mengisi variabel dan memanggil isinya dalam sebuah skrip yang sama,
namun kekuatan PHP yang masih tersembunyi adalah bahwa kita dapat
mengisi variabel kita di suatu halaman web, misalnya sebuah form isian
yang harus diisi pelanggan kita dan kemudian menggunakan variabel
tersebut kemudian di halaman web lain.
Sintaks untuk mengeset variabel adalah dengan:
* Mendefinisikannya dengan tanda = ($isi_variabel=”Ini isi awal variabel!”);
* Menggunakan tanda kutip jika megisinya dengan string atau huruf (“Ini
isi awal variabel!”; angka tidak memerlukan tanda kutip);
* Akhiri setiap baris dengan titik koma.
Kemudian anda dapat memanggilnya dengan mengacu pada nama variabel
($isi_variabel pada baris 3 dan 6 – perhatikan bahwa saat memanggil
variabel kita tidak menggunakan tanda kutip).
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Penamaan Variabel
Anda dapat menamai sebuah variabel dengan nama apapun selama mengikuti aturan berikut ini:
* Dimulai dengan huruf;
* Terdiri dari huruf, angka dan karakter garis bawah (karakter _ seperti dalam $isi_variabel”);
* Bukan merupakan kata kunci PHP (misalnya print).
Hati-hati: nama variabel adalah case sensitif (sehingga variabel $prothelon akan berbeda dengan $PROthelon).
Sebagai tips, anda sebaiknya membuat nama variabel yang memiliki arti
tertentu sehingga anda lebih mudah memahaminya seandainya beberapa tahun
kemudian terpaksa harus membaca kode tersebut.
Dalam contoh-contoh
kita tadi, kita mengisi variabel dengan teks alias string. Variabel juga
dapat menampung nilai berupa angka dan lainnya (obyek, array,
booleans).
Catatan akhir: Satu hal yang biasanya menjadi pertanyaan
adalah penggunaan tanda kutip. Kita bisa menggunakan tanda kutip tunggal
maupun ganda untuk mengisi teks, misalnya:
?
1
print ("Saya berada di situs Prothelon!");
Baris ini akan mencetak teks
Saya berasa di situs Prothelon.
Jika anda ingin agar tanda kutip yang kita sayangi itu ikut tampil,
anda harus menambahkan karakter “\” di depannya yang memberitahukan PHP
bahwa tanda kutip sesudahnya bukan merupakan bagian dari kode, melainkan
bagian dari kalimat. Cara ini dikenal dengan istilah escape characters.
Dengan demikian, jika anda ingin menampilkan tulisan “Saya berada di
situs Prothelon!” (lengkap dengan tanda kutipnya juga), kode anda akan
seperti ini:
?
1
print (" \"Saya berada di situs Prothelon!\"" );
Menulis Komentar di PHP
Menulis Komentar di PHP
Komentar dipakai untuk memberi tanda, atau sesuatu yang menandakan dan
mempermudah pengingat ingat programmer. Memang ini sering dilupakan,
namun untuk pemula ini sangat berarti sekali. Komentar pada program
merupakan tulisan pada program yang tidak dieksekusi. Pada PHP, ada 3
macam cara penulisannya:
1. /* komentar */
Komentar ditulis diantara tanda diatas. Tulisan apapun yang berada di
antara ’/*’ dan ’*/’ akan dianggap sebagai komentar. Cara seperti ini
sangat berguna dan efisien untuk pemberian komentar yang memakan banyak
baris.
2. // komentar
Tulisan di baris yang sama setelah ’//’
akan dianggap sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian
komentar singkat yang tak lebih dari 1 baris saja.
3. # komentar
Sama seperti ’//’, tulisan di baris yang sama setelah ’#’ akan dianggap
sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian komentar singkat
yang tak lebih dari 1 baris saja.
Contoh:
Echo”hello word”;
//This is a comment;
/* This is a comment block */;
# This is a comment;
?>
Akan ditampilkan:
Hello word
Komentar tidak ditampilkan, karena komentar pada program merupakan
tulisan pada program yang tidak dieksekusi. Inilah cara untuk menuliskan
komentar di dalam php, semoga bida diambil manfaatnya.
Tipe Data
tipe data : :
Halo pada posting kali ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai
tipe-tipe data yang ada di PHP. PHP memiliki 4 tipe data sebagai berikut
:
Integer
Floating point number atau tipe data real
String
Boolean
Berikut ini saya akan mencoba menguraikan satu persatu tipe data PHP ini
Integer
integer merupakan tipe data yang berguna untuk menyimpan bilangan bulat, bukan desimal. Sebagai contoh 1,2,-1, dll.
Floating point number atau tipe data real
nach kalau tipe data ini biasanya digunakan untuk menyimpan nilai
desimal. Tipe data ini fungsinya kebalikan dari tipe data integer.
Contoh nilai desimal adalah 0,1; 0,2; dll.
String
Tipe
data string digunakan untuk menyimpan karakter, angka, atau bisa juga
digunakan untuk menyimpan kalimat atau gabungan dari angka dan kalimat.
Boolean
tipe data boolean digunakan untuk menyimpan nilai true atau false.
Biasanya tipe data ini mayoritas digunakan untuk melakukan pengecekan
kondisi pada php. Biasanya digunakan pada if-else statement (untuk
keterangan dan cara penggunaan if-else statement akan dijelaskan di
kemudian hari). Beberapa nilai yang dianggap sebagai FALSE oleh php
adalah sebagai berikut
string FALSE (dapat berupa huruf besar semua atau huruf kecil semua)
nilai integer 0
nilai real 0.0
empty string
nilai NULL
mungkin posting kali ini agak membingungkan. Pada posting berikutnya
saya akan mencoba menjelaskan cara membedakan tipe data ini dengan
melakukan praktek langsung, yaitu dengan cara memberikan masing-masing
contoh deklarasi variabel beserta dengan tipe data yang telah dijelaskan
diatas
Tipe khusus:
- Resource
Resource merupakan suatu tipe data khusus yang digunakan untuk
menyatakan suatu referensi/link ke suatu sumber daya di luar lingkungan
PHP.
Contoh tipe resource seperti : suatu koneksi ke database
MySQL, COM object di windows, library GD (untuk image processing) atau
suatu library untuk parse dokumen XML, dll…
- Null
Suatu tipe data khusus yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu
variable tidak memiliki nilai. Penyebab suatu variable bertipe dat NULL
adalah : karena sengaja diberikan nilai konstanta NULL atau variable
belum diberikan suatu nilai tertentu. Function unset() juga dapat
menyebabkan suatu variable bernilai NULL.
tipe data gabungan / komposit :
2. Tipe Data Komposit / Gabungan
Tipe Data Komposit / Gabungan adalah tipe data yang terbentuk dari tipe data tradisional.
Tipe Data Keterangan
String Kumpulan dari karakter
Array Kumpulan Variable yang memiliki tipe data yang sama
Abstract Tipe data yang berbasis objek yang merupakan perencanaan yang dibentuk oleh objek
Strunc Kumpulan Variable yang memiliki tipe data yang berlainan
Subscribe to:
Comments (Atom)