Monday, May 6, 2013

Operator PHP

Operator PHP
Bagian ini berisi daftar operator yang berbeda yang digunakan dalam PHP.
Operator aritmatika
Operator Keterangan Contoh Hasil
+ Penambahan x = 2
x +2
4
- Pengurangan x = 2
5-x
3
* Perkalian x = 4
x * 5
20
/ Divisi 15/5
5/2
3
2.5
% Modulus (divisi sisanya) 5% 2
10% 8
10% 2
1
2
0
+ + Increment x = 5
x + +
x = 6
- Pengurangan x = 5
- x
x = 4
Operator penugasan
Operator Contoh Apakah Sama Seperti
= X = y x = y
+ = X + y = x = x + y
- = X = y x = x-y
* = X * = y x = x * y
/ = X / y = x = x / y
% = X% = y x = x% y
Operator perbandingan
Operator Keterangan Contoh
== Sama dengan 5 == 8 returns false
! = Tidak sama 5! = 8 à true
> Lebih besar dari 5> 8 returns false
<Kurang dari 5 <8 true
> = Lebih besar dari atau sama dengan 5> = 8 returns false
<= Kurang dari atau sama dengan 5 <= 8 à true
Operator logical
Operator Keterangan Contoh
&& Dan x = 6
y = 3
(x <10 && y> 1) mengembalikan nilai true
| | Atau x = 6
y = 3
(x == 5 | | y == 5) kembali palsu
! tidak x = 6
y = 3
! (x == y) mengembalikan nilai true

Variabel dan Pengaturan Penamaan PHP

Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di tutorial pengenalan PHP bagian pertama, bahwa salah satu kemudahan menggunakan PHP adalah variabelnya itu lho! Sangat flexibel.
Bagi yang sudah pernah belajar bahasa pemrograman sebelumnya, tentu tahu bahwa kita harus mendeklarasikan variabel yang akan kita gunakan dalam program kita di awal . Deklarasi meliputi nama variabel, jenisnya, panjangnya, global atau lokal, dll yang bikin pusiiiing.
Nah, kalau di PHP, kita tidak perlu mendeklarasikan variabel kita di awal program, perlu variabel, tinggal pakai. Gitu.
Dalam bagian ini kita akan mempelajari mengapa kita perlu variabel, dan bagaimana cara menggunakannya di PHP. Percaya deh, gampang banget.
Baiklah, jika anda perhatikan, sampai saat ini, apa yang sudah kita lakukan hanyalah membuat PHP mencetak teks baik hasil output fungsi (akan kita bahas lebih detil nanti) serta menggunakan perintah echo dan print.
Apakah itu sudah cukup menjadikan kita sebagai programmer? Walah, ya belum. Untuk itu, mari sekarang kita masuk lebih dalam lagi dengan mencoba mengenal variabel.Variabel ini merupakan salah satu materi penting yang wajib anda pelajari dalam PHP, jadi…. perhatikan baik-baik ya.
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Agar mudah memahaminya, coba bayangkan sebuah variabel sebagai sebuah wadah. Nah, berbeda dengan wadah yang biasa kita gunakan, variabel ini akan digunakan untuk menampung satu atau beberapa nilai (bagi yang udah jago, skip aja nih paragraf). Dengan kata lain, variabel ini adalah tempat yang digunakan oleh PHP untuk menyimpan informasi dan meneruskannya ke berbagai tempat.
Variabel ini bisa diteruskan ke dokumen lain, fungsi dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya coba gunakan pendekatan yang mudah-mudahan lebih baik. Anda yang pernah belajar matematika tentu pernah mengingat variabel dalam persamaan kan? Anda tentu masih bisa mengingat persamaan sederhana ini “ x+3=7”.
Dalam persamaan tersebut, x adalah variabel, dan dengan sangat mudah, Anda bisa mengetahui bahwa isi variabel x adalah nilai 4.
Persis sama…variabel dalam PHP kira-kira berfungsi seperti itu, menampung sebuah nilai, dengan sedikit penambahan kemampuan yaitu variabel dalam PHP dapat kita gunakan lagi dalam file atau fungsi lain. Jangan khawatir, anda akan merasa lebih jelas setelah mempelajari contoh yang akan saya sampaikan di bawah nanti.
Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP adalah karena pada saat Anda membuat halaman web dinamis (halaman yang dapat merespon input dari user) maka anda akan bergantung pada data yang dikirimkan antara halaman web. Pada saat itulah Anda harus menggunakan variabel. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data seperti ini.
Kayaknya sih, cara paling mudah untuk menerangkan cara kerja variabel dalam PHP adalah dengan menunjukkan aksi mereka dalam contoh ya? Namun sebelum itu, perlu diingat ada 3 hal yang dapat anda lakukan dengan variabel:
Menyimpan nilai dengan memberi nilai pada mereka. Kadang disebut juga dengan istilah inisialisasi variabel;
Mengubah nilai dalam variabel, tentu saja jika sudah di isi sebelumnya;
Mengakses variabel (artinya anda bisa membaca nilai dari variabel itu dan melakukan hal yang diperlukan terhadap mereka)
Baiklah, setelah anda mengetahui tentang apa saja yang bisa anda lakukan dengan variabel, mari kita pelajari lebih dalam dengan menggunakan contoh.
Pertama, anda perlu mengetahui bahwa variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (“$”). Dalam kode di bawah ini , kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate isinya untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat diubah kapanpun kita mau.
Mari kita perhatikan script pendek berikut ini. Jangan khawatir, Saya akan coba jelaskan secara detil apa yang terjadi pada masing-masing baris.
?
1
2
3
4
5
6
7

<?php
$isi_variabel = "Ini isi awal variabel!";
print ("Menampilkan isi variabel awal : $isi_variabel");
print ("<p>");
$isi_variabel = "Ini isi Variabel setelah diupdate!";
print ("Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel");
?>
Hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut:

Menampilkan isi variabel awal : Ini isi awal variabel!
Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!

Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut.
Pada baris kedua, saya memutuskan untuk membuat variabel yang bernama “isi_variabel”. Ingat, semua variabel dimulai dengan tanda dolar, sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi “$isi_variabel”. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing baris.
Baris 1 memberitahu browser bahwa : “Kode PHP mulai di sini”.
Baris 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini isi awal variabel!”.
Baris 3 tampilkan kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel dan sekaligus menampilkan nilai dari $isi_variabel
Baris 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk membuat paragraf baru.
Baris 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel setelah diupdate!”.
Baris 6 tampilkan kalimat pengantara kedua dan nilai untuk isi variabel $isi_variabel yang baru.
Baris 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.
Ok, sekarang Anda seharusnya sudah bisa melihat bahwa variabel $isi_variabel digunakan sebagai semacam wadah yang dapat menampung nilai yang bermacam-macam (Kita juga bisa mengisi berbagai jenis variabel ke dalam variabel yang sama, misalnya setelah kita isi dengan variabel numerik, langsung bisa kita update isinya menjadi varaibel karakter. Hal ini umumnya tidak bisa dilakukan bahasa pemrograman lain). Kita baru saja mengisi variabel dan memanggil isinya dalam sebuah skrip yang sama, namun kekuatan PHP yang masih tersembunyi adalah bahwa kita dapat mengisi variabel kita di suatu halaman web, misalnya sebuah form isian yang harus diisi pelanggan kita dan kemudian menggunakan variabel tersebut kemudian di halaman web lain.
Sintaks untuk mengeset variabel adalah dengan:
* Mendefinisikannya dengan tanda = ($isi_variabel=”Ini isi awal variabel!”);
* Menggunakan tanda kutip jika megisinya dengan string atau huruf (“Ini isi awal variabel!”; angka tidak memerlukan tanda kutip);
* Akhiri setiap baris dengan titik koma.
Kemudian anda dapat memanggilnya dengan mengacu pada nama variabel ($isi_variabel pada baris 3 dan 6 – perhatikan bahwa saat memanggil variabel kita tidak menggunakan tanda kutip).
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Penamaan Variabel
Anda dapat menamai sebuah variabel dengan nama apapun selama mengikuti aturan berikut ini:
* Dimulai dengan huruf;
* Terdiri dari huruf, angka dan karakter garis bawah (karakter _ seperti dalam $isi_variabel”);
* Bukan merupakan kata kunci PHP (misalnya print).
Hati-hati: nama variabel adalah case sensitif (sehingga variabel $prothelon akan berbeda dengan $PROthelon).
Sebagai tips, anda sebaiknya membuat nama variabel yang memiliki arti tertentu sehingga anda lebih mudah memahaminya seandainya beberapa tahun kemudian terpaksa harus membaca kode tersebut.
Dalam contoh-contoh kita tadi, kita mengisi variabel dengan teks alias string. Variabel juga dapat menampung nilai berupa angka dan lainnya (obyek, array, booleans).
Catatan akhir: Satu hal yang biasanya menjadi pertanyaan adalah penggunaan tanda kutip. Kita bisa menggunakan tanda kutip tunggal maupun ganda untuk mengisi teks, misalnya:
?
1

print ("Saya berada di situs Prothelon!");
Baris ini akan mencetak teks

Saya berasa di situs Prothelon.

Jika anda ingin agar tanda kutip yang kita sayangi itu ikut tampil, anda harus menambahkan karakter “\” di depannya yang memberitahukan PHP bahwa tanda kutip sesudahnya bukan merupakan bagian dari kode, melainkan bagian dari kalimat. Cara ini dikenal dengan istilah escape characters. Dengan demikian, jika anda ingin menampilkan tulisan “Saya berada di situs Prothelon!” (lengkap dengan tanda kutipnya juga), kode anda akan seperti ini:
?
1

print (" \"Saya berada di situs Prothelon!\"" );

Menulis Komentar di PHP

Menulis Komentar di PHP

Komentar dipakai untuk memberi tanda, atau sesuatu yang menandakan dan mempermudah pengingat ingat programmer. Memang ini sering dilupakan, namun untuk pemula ini sangat berarti sekali. Komentar pada program merupakan tulisan pada program yang tidak dieksekusi. Pada PHP, ada 3 macam cara penulisannya:
1. /* komentar */
Komentar ditulis diantara tanda diatas. Tulisan apapun yang berada di antara ’/*’ dan ’*/’ akan dianggap sebagai komentar. Cara seperti ini sangat berguna dan efisien untuk pemberian komentar yang memakan banyak baris.
2. // komentar
Tulisan di baris yang sama setelah ’//’ akan dianggap sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian komentar singkat yang tak lebih dari 1 baris saja.
3. # komentar
Sama seperti ’//’, tulisan di baris yang sama setelah ’#’ akan dianggap sebagai komentar. Cara ini berguna untuk pemberian komentar singkat yang tak lebih dari 1 baris saja.
Contoh:

Echo”hello word”;
//This is a comment;
/* This is a comment block */;
# This is a comment;
?>

Akan ditampilkan:
Hello word
Komentar tidak ditampilkan, karena komentar pada program merupakan tulisan pada program yang tidak dieksekusi. Inilah cara untuk menuliskan komentar di dalam php, semoga bida diambil manfaatnya.

Tipe Data

tipe data : :

Halo pada posting kali ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai tipe-tipe data yang ada di PHP. PHP memiliki 4 tipe data sebagai berikut :

Integer
Floating point number atau tipe data real
String
Boolean

Berikut ini saya akan mencoba menguraikan satu persatu tipe data PHP ini

Integer

integer merupakan tipe data yang berguna untuk menyimpan bilangan bulat, bukan desimal. Sebagai contoh 1,2,-1, dll.

Floating point number atau tipe data real

nach kalau tipe data ini biasanya digunakan untuk menyimpan nilai desimal. Tipe data ini fungsinya kebalikan dari tipe data integer. Contoh nilai desimal adalah 0,1; 0,2; dll.

String

Tipe data string digunakan untuk menyimpan karakter, angka, atau bisa juga digunakan untuk menyimpan kalimat atau gabungan dari angka dan kalimat.

Boolean

tipe data boolean digunakan untuk menyimpan nilai true atau false. Biasanya tipe data ini mayoritas digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi pada php. Biasanya digunakan pada if-else statement (untuk keterangan dan cara penggunaan if-else statement akan dijelaskan di kemudian hari). Beberapa nilai yang dianggap sebagai FALSE oleh php adalah sebagai berikut

string FALSE (dapat berupa huruf besar semua atau huruf kecil semua)
nilai integer 0
nilai real 0.0
empty string
nilai NULL

mungkin posting kali ini agak membingungkan. Pada posting berikutnya saya akan mencoba menjelaskan cara membedakan tipe data ini dengan melakukan praktek langsung, yaitu dengan cara memberikan masing-masing contoh deklarasi variabel beserta dengan tipe data yang telah dijelaskan diatas
 
Tipe khusus:

- Resource

Resource merupakan suatu tipe data khusus yang digunakan untuk menyatakan suatu referensi/link ke suatu sumber daya di luar lingkungan PHP.

Contoh tipe resource seperti : suatu koneksi ke database MySQL, COM object di windows, library GD (untuk image processing) atau suatu library untuk parse dokumen XML, dll…

- Null

Suatu tipe data khusus yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu variable tidak memiliki nilai. Penyebab suatu variable bertipe dat NULL adalah : karena sengaja diberikan nilai konstanta NULL atau variable belum diberikan suatu nilai tertentu. Function unset() juga dapat menyebabkan suatu variable bernilai NULL.
 
tipe data gabungan / komposit :

2. Tipe Data Komposit / Gabungan
Tipe Data Komposit / Gabungan adalah tipe data yang terbentuk dari tipe data tradisional.

Tipe Data Keterangan
String Kumpulan dari karakter
Array Kumpulan Variable yang memiliki tipe data yang sama
Abstract Tipe data yang berbasis objek yang merupakan perencanaan yang dibentuk oleh objek
Strunc Kumpulan Variable yang memiliki tipe data yang berlainan
 
 

Sunday, April 21, 2013

Aturan Penulisan Script PHP

Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai beberapa aturan dalam penulisan script (sintaks) dalam PHP. Aturan tersebut meliputi cara menuliskan blok script PHP, menyimpan file script, penggunaan semicolon serta penggunaan spasi baris dalam script.

Apabila Anda akan membuat script PHP, maka script tersebut harus ditulis di antara tanda berikut ini:
1.&lt;?php
2..
3..
4..
5..
6..
7.?&gt;
atau
1.&lt;?
2..
3..
4..
5..
6..
7.?&gt;
Tanda <?php atau <? dinamakan tag pembuka dari script, sedangkan ?> dinamakan tag penutup. Kedua tanda itu mutlak harus ada karena berfungsi sebagai penanda bahwa script tersebut merupakan script PHP dan nantinya akan diproses oleh server.
Contoh script PHP sederhana:
1.&lt;?php
2.echo "Hello World!!";
3.?&gt;
Apabila Anda membuat script PHP dan berencana akan mendistribusikan ke pihak/orang lain, maka usahakan untuk menggunakan sintaks <?php … ?>. Hal ini dikarenakan untuk penggunaan kode yang menggunakan <? ?> terkadang tidak bisa dijalankan dalam server tertentu.
Menyimpan File PHP
Apabila Anda memiliki script PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka script PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode).
Contoh:
01.&lt;html&gt;
02.&lt;head&gt;
03.&lt;title&gt;Halaman PHP pertamaku&lt;/title&gt;
04.&lt;/head&gt;
05.&lt;body&gt;
06.&lt;?php
07.echo "Hello World!";
08.?&gt;
09.&lt;/body&gt;
10.&lt;/html&gt;
Penggunaan Tanda Semicolon (;)
Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari setiap statement PHP dan tanda ini harus ada.
Perhatikan contoh script PHP yang lain berikut ini:
01.&lt;html&gt;
02.&lt;head&gt;
03.&lt;title&gt;Halaman PHP pertamaku&lt;/title&gt;
04.&lt;/head&gt;
05.&lt;body&gt;
06.&lt;?php
07.echo "Hello World! ";
08.echo "Hello World! ";
09.echo "Hello World! ";
10.echo "Hello World! ";
11.echo "Hello World! ";
12.?&gt;
13.&lt;/body&gt;
14.&lt;/html&gt;
Perpindahan Spasi
Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya. Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP. Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh ini diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.
Script 1
01.&lt;html&gt;
02.&lt;head&gt;
03.&lt;title&gt;Halaman PHP pertamaku&lt;/title&gt;
04.&lt;/head&gt;
05.&lt;body&gt;
06.&lt;?php
07.echo "Hello World! ";
08.echo "Hello World! ";
09.?&gt;
10.&lt;/body&gt;
11.&lt;/html&gt;
Script 2
01.&lt;html&gt;
02.&lt;head&gt;
03.&lt;title&gt;Halaman PHP pertamaku&lt;/title&gt;
04.&lt;/head&gt;
05.&lt;body&gt;
06.&lt;?php
07.echo "Hello World! "; echo "Hello World! ";
08.?&gt;
09.&lt;/body&gt;
10.&lt;/html&gt;
Script 3
01.&lt;html&gt;
02.&lt;head&gt;
03.&lt;title&gt;Halaman PHP pertamaku&lt;/title&gt;
04.&lt;/head&gt;
05.&lt;body&gt;
06.&lt;?php
07.echo "Hello World! ";
08. 
09.echo "Hello World! ";
10.?&gt;
11.&lt;/body&gt;
12.&lt;/html&gt;

Penulisan Script dasar PHP

SINTAK DASAR PHP STRUKTUR PENULISAN SCRIPT PHP | Sintak TAG PENDUKUNG PHP

Ketika PHP membaca suatu file, proses akan berlangsung hingga ditemukan tag khusus yang berfungsi sebagai tanda dimulainya interpretasi teks tersebut sebagai kode PHP. PHP akan menjalankan semua perintah yang ada hingga ditemukan tag penutup. Dengan mekanisme inilah sehingga suatu kode PHP dapat dengan mudah disisipkan pada kode HTML. Ada 4 pasangan tag yang digunakan dalam kode PHP. Namun secara default hanya ada dua pasang tag ( <?php … ?> dan <script language="php"> … </script> ) yang dapat digunakan, sedangkan yang lainnya dapat digunakan sesuai dengan konfigurasi pada file php Ini.
1. <?php echo ("if you want to serve XHTML or XML documents, do like this \n);?>
2. <? Echo ("this is the simplest, an SGML processing instruction \n); ?> <?=exspression ?> this is a shortcut for "<? Echo exspression ?>"
3. <script language="php" echo ("some editors (like FrontPage) don’t like processing instructions"); </script>
4. <% echo ("you may optionally use ASP-style tags"); %> <%= $variabel; # This is a shortcut for "<% echo …"%>
Cara yang pertama <?php … ?> merupakan cara yang paling baik dan sering digunakan secara default.
Cara yang kedua tidak selalu dapat digunakan. Tag pendek dapat digunakan jika pengaturannya telah diaktifkan melalui file konfigurasi PHP.
Cara yang ketiga secara default dapat digunakan jika pengaturan ASP-Style tag diaktifkan melalui file konfigurasi PHP.
Kode PHP dapat ditulis dengan struktur seperti dibawah ini :
<?php
Echo"ini adalah percobaan";
?>
<?php echo"ini adalah percobaan"?>

Dukungan Software PHP

PHP Expert Editor adalah  IDE yang mudah digunakan untuk Windows dengan dukungan UTF-8. Editor ini mendukung Perl, Python, Java Script dan bahasa lainnya juga. Editor ini dirancang khusus untuk PHP-master dan memiliki fitur bagus untuk pemula dan programmer profesional. PHP Expert Editor memiliki internal HTTP-server dan Debugger untuk menjalankan, menguji, dan debug skrip PHP (Anda dapat menggunakan HTTP eksternal-server juga). PHP Syntax Check, browser internal, Kode Explorer, File Explorer, FTP client dengan dukungan SFTP, Project Explorer, Code Template, kode disesuaikan menyoroti, navigasi cepat dalam kode, dan banyak lagi.
Fitur Program

    * Pengkodean UTF-8 yang didukung.
    * 100% disesuaikan Kode Highlighting.
    * Kode blok runtuh.
    * Browser Internal.
    * FTP Client dengan dukungan SFTP.







    * Kode Explorer.
    * The Explorer File dengan Favorit.
    * Project Explorer.
    * The Explorer Perpustakaan.
    * Pintas Customizable dan pemetaan editor kunci.
    * Macros Keyboard.
    * Macros PHP.
    * Autosaving.
    * PHP Syntax Check.
    * Jalankan script PHP dan melihat hasil di browser internal atau eksternal.
    * PHP Debugger.
    * Untuk menjalankan dan debugging skrip PHP Anda dapat menggunakan HTTP internal atau eksternal-server.
    * Semua (s) Content-Type didukung. Anda dapat menjalankan script yang menghasilkan konten apapun (untuk gambar misalnya).
    * Cepat memasukkan fungsi PHP dengan sedikit parameter.
    * Quick Navigation dalam PHP Code oleh mouse klik kanan dan kunci panas.
    Kurung * penyorotan.
    * Kode Customizable Template.
    * Source code ekspor ke HTML dan mencetak dengan sintaks highlight.
    * Penunjuk.
    * Classic atau gaya antarmuka XP.
    * PHP Help dukungan dengan kata kunci pencarian yang cepat.
    * Windows / Unix / Mac file format dukungan.
    * Perl, Python, Ruby, Tcl dukungan. Hal ini dimungkinkan untuk membuat pengaturan untuk menggunakan beberapa penafsir.

Perangkat lunak berikut harus diinstal pada komputer Anda # OS - Windows 98/ME/NT/2000/XP # PHP (untuk menjalankan dan melihat dulu skrip PHP) # MS Internet Explorer 5.x atau di atas
Catatan: PHP Expert Editor berfungsi dengan baik tanpa PHP, tetapi Anda tidak dapat menjalankan dgn skrip debug tanpa PHP.

Konsep Dasar PHP

Konsep dasar dari PHP ini berisi tentang kode - kode dasar dari sebuah awal pemrograman php. Dengan konsep dasar php ini, kita dapat membuat sebuah file php beserta isinya dengan baik sesuai dengan standar yang diberikan dari php-nya sendiri. Sehingga tidak ada kesalahan dalam menjalankan file php atau file php tidak bermasalah ketika di ¨run¨ melalui web browser. Selain itu posting ini juga merupakan sambungan posting dari sebelumnya yang disini juga membahas bagaimana cara mengecek instalasi dengan kode php yang sangat sederhana. Tanpa basa basi langsung kita kupas tuntas Konsep Dasar PHP.

Untuk mengecek apakah PHP yang telah kita instal sudah terpasang dengan baik dan benar di komputer kita, tulis kode dasar PHP di bawah ini dan simpan dengan nama coba.php.

<?
phpinfo()
?>

Maksud dari kode diatas {phpinfo()} adalah bertujuan untuk menampilkan informasi secara lengkap mengenai php. Sedangkan tanda <? ... ?> merupakan tag pembuka dan penutup dari sebuah file php yang wajib ada untuk membuat suatu kejadian dari php. Tampilan akan muncul, apabila instalasi dari komuter Anda sebelumnya telah terinstall dengan baik dan benar.

Selain dari tag pembuka dan penutup di atas, masih ada lagi yang dapat kita gunakan untuk membuka dan menutup file php. Sebenarnya ada empat macam kode penulisan PHP, antara lain;

  1. <? echo(¨coba satu ini¨); ?>
  2. <?php echo(¨coba juga ini¨); ?>
  3. <script language=¨php¨> echo(¨Kalau ini?¨); </script>
  4. <% echo(¨mencoba last php¨); %>
Anda dapat memilih salah satu dari keempat cara tersebut. Bila dilihat secara sekilas keempat - empatnya memiliki cara penulisan yang berbeda tetapi sebenarnya konsepnya sama.

Seperti pada bahasa pemrograman lain, Kita pun bisa meletakkan baris kmentar pada program. Pada PHP caranya adalah dengan meletakkan komentar tersebut di sebelah kanan tanda // jika komentar satu baris dan di antara /* dan */ jika komentarnya lebih dari satu baris. Tutorial untuk Konsep Dasar PHP sampai disini dulu. Lebih baik belajar sedikit demi sedikit tetapi yang sedikit itu tertanam permanent di otak kita dan akan semakin bertambah banyak dari pada belajar banyak tetapi setelah beberapa hari materi itu telah terlupakan begitu saja.

Menggapa Menggunakan PHP

PHP adalah bahasa pemrograman yang terkenal untuk memperluas halaman web dengan fitur dinamis. Meskipun HTML dapat lay out halaman yang menarik dan bentuk mungkin hadir untuk pengguna untuk memasukkan informasi, HTML tidak bisa benar-benar melakukan apa-apa dengan data meta-bahwa pengguna memasukan dalam bentuk.
bahasa Web ekstensi server seperti PHP menyediakan cara untuk menangani pengiriman formulir dan permintaan pengguna lain dengan mengakses database, mengirim email, menghasilkan gambar dengan cepat dan melakukan tindakan lain. PHP saat ini web server yang paling populer bahasa perpanjangan, digunakan dalam mengembangkan banyak website. Hal ini disebabkan populer untuk gratis, opensource di alam dan sebagian lagi karena keramahan dan kenyamanan misalnya. membaca seluruh file dan keluaran ke web browser dapat dicapai dengan satu baris kode PHP.

Kelebihan PHP



Ketika e-commerce semakin berkembang, situs-situs yang statispun semakin
ditinggalkan, karena dianggap sudah tidak memenuhi keinginan pasar, padahal situs
tersebut harus tetap dinamis. Pada saat ini bahasa PERL dan CGI sudah jauh
ketinggalan jaman sehingga sebagian besar designer web banyak beralih ke bahasa
server-side scripting yang lebih dinamis seperti PHP.

pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain

* Bahasa pemrograman php adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.


* Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.


* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.


* Dalam sisi pemahamanan, php adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.


* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Sejarah PHP

Sejarah PHP
 
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya. Kemudian ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang
dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML.


Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.Versi terbaru, yaitu PHP 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Perubahan yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web.
Dalam hal ini,

aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.

Seluruh aplikasi berbasis web dapat dibuat dengan PHP. Namun kekuatan yang paling utama PHP adalah pada konektivitasnya dengan system database di dalam web. Sistem database yang dapat didukung oleh PHP adalah :

1.Oracle
2.MySQL
3.Sybase
4.PostgreSQL
5.danlainnya

PHP dapat berjalan di berbagai system operasi seperti windows 98/NT, UNIX/LINUX, solaris maupun macintosh

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi.

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahas pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain